Promo menarik pada undian Data SGP 2020 – 2021.

Jakarta, Selular. ID – Brand smartphone Infinix dan Xiaomi baru-baru ini menjadi sorotan. Pasalnya, kedua perusahaan smartphone ini beberapa hari dengan lalu berseteru setelah keduanya saling sindir di jalan sosialnya masing-masing.

Perseteruan itu bermula masa Poco Indonesia mengunggah postingan di laman Instagram resminya yang membandingkan keunggulan Poco M3 dengan ponsel “Entry-Level” kompetitor lain yang diberi tulisan “Hot 10s”, dengan boleh jadi merujuk pada Infinix Hot 10s.

Tak tinggal diam, kurang hari berikutnya, akun Infinix Indonesia membalas sindiran tersebut dengan mengunggah postingan sejenis. Seperti unggahan di Instagram Poco Indonesia, Infinix   memposting sebuah poster yang didalam nya terdapat gambar smartphone Hot 10s yang disandingkan dengan gambar kerangka ponsel   beserta kalimat “Katanya Jawara”, dan tampak tulisan samar “9T” pada background keseluruhan poster.

Melihat dari poster tersebut, kuat kemungkinan bahwa ponsel yang dimaksud Infinix ialah Xiaomi Redmi 9T. Kemudian berkat komporan dibanding salah satu netizen, akhirnya sindiran panas Infinix tersebut sampai ke telinga Bos Xiaomi, Alvin Tse.

Alvin nampak panas bergairah dan menyebut bahwa unggahan itu “sangat buruk & menyesatkan”. Alvin juga mengutarakan bahwa pihaknya memiliki sahih untuk membawa masalah itu ke kementerian karena iklan Infinix yang dianggap mencemplungkan.

Baca selalu: Ini Hikmah yang Bisa Dipetik dari ‘Konflik’ Infinix Vs Xiaomi  

Deretan “Perang Sindir” Antar Brand Smartphone

Tahu dari perseteruan Infinix & Xiaomi di Atas, sejatinya persoalan seperti ini kerap kali terjadi antara kaum vendor smartphone. Jika kita kilas balik informasi terdahulu, sudah ada contoh beberapa sabung sindir antara brand smartphone, salah satunya yang perdana pada tahun 2019 kelam, brand smartphone Samsung melalui media sosial Weibo menyindir brand smartphone Huawei secara mengunggah poster berisi kias yang meperlihatkan bahwa nilai DxOMark Samsung Galaxy S10 Plus lebih besar lantaran smartphone Huawei P30 Memihak untuk sektor kamera sempurna dan kamera depannya.

Lalu, masih pada tahun 2018, contoh berikutnya ada Huawei yang menyindir Apple dan Samsung. Kala itu, Huawei memanfaatkan kesimpulan otoritas kompetisi Italia, yang menilai Apple dan Samsung sengaja menurunkan performa supaya pengguna memperbarui  software   ponsel.

Setelah berita tentang keputusan dari otoritas persaingan Italia itu, Huawei langsung mengunggah sindiran di laman Twitter resminya, yang sekali lalu untuk mempromosikan  smartphone   terbarunya pada saat itu, yaitu Mate 20.

“Kami tidak akan menurunkan performa ponsel untuk memaksa  upgrade . Kami besar #HuaweiMate20Pro #BornFastStaysFast, seperti  smartphone   awak yang lain. #NeverSlowDown, ” begitulah kicau Huawei.

Kemudian contoh dengan terakhir, pada tahun morat-marit, Samsung menyindir Apple secara menyudutkan smartphone terbarunya, yakni iPhone 12. Melalui laman resmi Facebook nya, Samsung menyinggung terkait iPhone 12 yang dijual tanpa charger.

Selain daripada beberapa contoh yang sudah disebutkan di atas, masih banyak lagi kasus-kasus sindiran lainnya antara merek smartphone jika kita menelusur bertambah dalam.

Pelajaran yang Bisa “Dipetik”

Berkaca dari kasus saling sindir antara Infinix dan Xiaomi yang baru-baru ini terjadi, serta beberapa kasus sindirian di masa lalu, sejatinya branding  dengan gaya silih menyindir di dalam negeri bisnis terutama antar perusahan smartphone memang sudah menjelma tren. Tetapi terlepas daripada itu semua, alangkah baiknya tetap dilakukan dengan memakai kode etik dan tidak menjatuhkan nilai jual sebab masing-masing smartphone tersebut, alias “bersaing secara sehat”, serta biarkan netizen yang menilai serta memilih sendiri.