Jackpot hari ini Result HK 2020 – 2021.

Jakarta, Selular. ID – Jabra meluncurkan headset teranyar pada kelas Evolve2, yakni Jabra Evolve2 30. Brodjo Koesworo Hadiputro, Country Manager, Enterprise, Jabra mengatakan kalau headset ini menyasar kalangan praktisi baik di rumah maupun perkantoran.

Menurutnya, Evolve2 30 cocok bagi pekerja modern dengan bervariasi kondisi kerja, mulai dibanding pekerja professional hingga freelancer yang bekerja di biro, work from home minus harus memikirkan ramai ataupun tidaknya tempat tersebut.

Hal ini anugerah keberadaan dua teknologi microphone call, headset ini bisa mengenali suara saat menelepon atau rapat virtual dengan akurat dan meredam distraksi suara asing.

“Selain itu, Anda serta penerima panggilan bisa memiliki kualitas audio yang jernih berkat speaker berukuran 28mm yang didukung dengan chipset digital terkini, ”ungkap Brodjo.

Jabra Evolve2 30 juga tersedia secara varian yang tersertifikasi Microsoft Teams yang dilengkapi dengan tombol khusus untuk Teams, dimana pemakai bisa memasukkan dan mengakhiri pertemuan virtual hanya dengan satu sentuhan. Ditambah lagi, fitur boom arm memungkinkan untuk membekukan atau menyalakan suara secara instan. Tentu dengan demikian ini, tidak perlu lagi kacau ada kesalahan suara murus dalam meeting ketika tak berkesempatan berbicara.

Jabra Evolve2 30 juga telah memenuhi persyaratan Microsoft Open Office lewat pengujian efektivitas ketat terhadap daya mikrofon seperti meredam bahana di sekitar pengguna (noise) yang memastikan produk tersebut tidak hanya kompatibel dimanfaatkan di mana saja tapi juga kompak untuk digunakan di software apa selalu. Fitur plug-and-play disematkan untuk memudahkan pengguna terhubung ke perangkat apapun melalui USB tipe A atau C.

Riset Jabra menunjukkan, 61 persen headset yang digunakan para pelaku professional saat ini tak bersertifikasi UC (Unified Communication). Padahal, UC Certified headset sangat dibutuhkan dan relevan dengan konsisi saat ini. Hal ini karena 67 persen perusahaan yang menyediakan perangkat untuk karyawannya, akan tetapi dengan pengadaan perangkat secara level setara atau di bawah consumer-grade. Sedangkan cuma 33 persen perangkat yang digunakan berasal dari kebijaksanaan membawa perangkat sendiri (Bring your own device/BYOD) oleh perusahaan.

Buat membenahi hal tersebut, Brodjo mengatakan Jabra sudah menyimpan solusi untuk setiap perangkatnya. “Salah satu hal dengan sangat kami perhatikan pada Jabra adalah, kemudahan pengguna mengakses beragam device tanpa kehilangan kontrol atas unit headsetnya. Hal ini sudah menjadi standar produk Evolve2 30, dimana dengan sertifikasi UC, artinya pengguna mampu menggunakan mode noise isolation pasif, melakukan kontrol panggilan, dan pengaturan volume, ” kata Brodjo.

Baca Juga: Jabra Earbuds Elite 85t Hadirkan True Wireless ANC

Disinggung soal fitur yang mendukung konsentrasi pengguna, Brodjo mengatakan Jabra Evolve2 30 memiliki bantalan telinga nyata oval dan desain penutup telinga yang miring untuk memblokir bunyi dan gangguan apapun yang muncul. Indikator lampu berwarna merah hendak muncul di satu sisi yang menyala otomatis masa Anda sedang menerima panggilan. Indikator busylight ini mampu dinyalakan secara manual untuk menandakan bahwa Anda sedangkan tidak ingin diganggu

Ia menambahkan, di dasarnya semua tipe headset diperuntukkan untuk mendengar audio dan musik, sehingga dekat semua memiliki fitur peredam kebisingan. Namun, pada headset bersertifikasi UC, ada kira-kira persyaratan tambahan, salah satunya side tone, dimana pengguna bisa mendengar suaranya tunggal saat menerima panggilan. “Hal ini penting untuk menghindari kita bicara terlalu berpenat-penat, ” lanjutnya.

Jabra Evolve2 30, saat ini bisa didapat di sebesar partner resmi Jabra dengan ketersediaan warna hitam. Adapun untuk harga, produk itu dibandrol dengan harga Rp 1. 939. 999.