Kamis, 27 Agustus 2020 • 09: 55

PT Axiata Tbk (XL Axiata) berhasil mempertahankan pertumbuhan di tengah meningkatnya kompetisi antar operator dan masih merebaknya pandemi Covid-19. Pendapatan layanan (service revenue) perusahaan di sepanjang semester 1 2020 sebesar Rp 12, 13 triliun, meningkat 10% dibandingkan periode yang serupa tahun sebelumnya.   Demikian pula, pendapatan dari layanan data juga terus tumbuh 15% dari kurun yang sama tahun sebelumnya (YoY), dan sekaligus meningkatkan kontribusinya terhadap total pendapatan layanan (service revenue) perusahaan menjadi sebesar 91%.

Presiden Direktur & CEO XL Axiata, Dian Siswarini mengutarakan, “Harus kita akui bahwa meluasnya kebutuhan masyarakat atas akses internet untuk mendukung aktivitas bekerja serta belajar telah menolong XL Axiata selama masa pandemi Covid-19. Trafik pemakaian data memang menjadi meningkat terutama di bulan-bulan awal periode pandemi. Namun, kemudian trafik menjadi melandai karena daya beli kelompok juga melemah seiring menurunnya iklim ekonomi secara umum karena terdampak pandemi. Kita belum tahu sampai kapan wabah ini akan sudah, sehingga kedepan tentunya tantangan dan tekanan yang akan dihadapi pabrik telekomunikasi termasuk XL Axiata tentunya masih akan berat. Dan tetap kami harus tetap optimis & menyiapkan segala daya upaya buat mengantisipasi ke depannya”.

Pada periode semester mula-mula 2020 ini, XL Axiata pula berhasil meraih EBITDA Rp enam, 49 triliun, lebih tinggi 37% dibandingkan perolehan semester 1 2019. Laba bersih setelah pajak di dalam semester ini tercatat Rp 1, 7 triliun. Secara kuartal, di dalam periode kuartal 2 2020 itu EBITDA juga berhasil tumbuh 4% lebih tinggi dari kuartal sebelumnya, dan laba bersih setelah pajak mencapai sebesar Rp 224 miliar.

Beban usaha pada semester 1 2020 ini menurun 12% dari periode yang sama tahun sebelumnya (YoY). Penurunan itu bisa terjadi karena beberapa ciri, salah satunya beban biaya infrastruktur yang lebih rendah (-23% YoY) sebagai akibat dari adopsi IFRS 16. Faktor selanjutnya adalah biaya interkoneksi dan biaya langsung yang lain juga menurun (-21% YoY), terutama karena interkoneksi yang lebih lembut sebagai akibat dari penurunan berantakan lintas suara. Terakhir karena faktor biaya pemasaran menurun (-6% YoY) karena pergeseran pengeluaran ke digital.

Dian menambahkan, pelemahan daya beli masyarakat yang lalu juga berdampak pada operator telah meningkatkan kompetisi di antara para operator. Beberapa operator telah meluncurkan paket-paket data baru dengan makna yang murah, dengan harapan level trafik tetap bisa dijaga atau bahkan ditingkatkan dengan memanfaatkan momentum keharusan bekerja dan belajar dibanding rumah. Kondisi ini sudah pasti menaikkan tekanan kepada semua operator padahal kondisi yang ada saat itu sudah cukup berat.

Menyikapi dinamika industri & kompetisi yang terjadi, XL Axiata mengambil sikap hati-hati dan penuh perhitungan. Produk atau paket bahan baru dihadirkan dengan pertimbangan matang berdasarkan analisa data pola konsumsi layanan oleh para pelanggan dengan sahih. Hasilnya cukup efektif serta sesuai dengan segmen pasar yang disasar. Trafik data semester 1 2020 ini meningkat 45% dipadankan semester 1 2019, dari satu. 531 Petabyte menjadi 2. 221 Petabyte. Sementara itu jika dihitung per kuartal, pada kuartal kedua 2020 ini, trafik data menyusun 22% dibandingkan kuartal sebelumnya.

XL Axiata juga jadi mempertahankan jumlah pelanggan. Per simpulan kuartal kedua 2020 ini, total pelanggan meningkat tipis menjadi 55, 67 juta dari 55, 49 di kuartal sebelumnya. Untuk rerata pendapatan per pengguna atau ARPU periode kuartal ini, ada di angka Rp 36 ribu untuk prabayar dan Rp 111 ribu untuk pascabayar. ARPU campuran Rp 37 ribu dari sebelumnya Rp 36 ribu. Tingkat penetrasi pengguna smartphone mencapai 87% dari mutlak pelanggan atau relatif stabil dibanding kuartal sebelumnya yang mencapai 86%.

Sepanjang semester 1 2020, XL Axiata mengenalkan kira-kira penawaran baru, yaitu Fitur XTRA UNLIMITED TURBO dan Unlimited 1 jam untuk pelanggan layanan prabayar XL, dan paket Edu-Pack untuk pelanggan AXIS, juga myPRIOHOME untuk pelanggan pascabayar Prioritas.

Pemanfaatan digital IT, artificial intelligent dan data analytics juga langsung XL Axiata lanjutkan untuk mengidentifikasi apa saja kebutuhan setiap bagian pelanggan atas layanan telekomunikasi serta data. Dengan demikian perusahaan mampu lebih tepat dalam pembuatan keluaran layanan baru yang memang dibutuhkan setiap segmen pelanggan. Selain itu, penawaran produk juga bisa bertambah terarah, sesuai dengan karakter pada setiap segmen.

Pandemi Covid-19 juga tidak menghalangi XL Axiata untuk terus membangun jaringan. Tenggat akhir Juni 2020 lalu, XL Axiata tercatat memiliki total bertambah dari 139 ribu Base Transceiver Station (BTS). Jumlah ini meningkat sekitar 10% dari jumlah BTS periode yang sama tahun awut-awutan. Dari total sebanyak itu, sebesar 49. 744 merupakan BTS 4G. Sementara itu, jika dilihat dibanding luas cakupan wilayah, jaringan 4G milik XL Axiata telah melayani pelanggan di 456 kota/kabupaten dalam hampir semua provinsi yang tersedia di Republik Indonesia.

Guna menyiapkan jaringan menuju 5G, XL Axiata juga terus melanjutkan proses fiberisasi jaringan. Hingga masa ini proses ini sudah menyentuh 60% dari total target dalam tahun 2020. Fiberisasi ini pula sekaligus mendukung peningkatan kualitas jaringan data di setiap area sebab salah satu manfaat dari proses ini adalah kapasitas jaringan transport menjadi lebih besar. Fiberisasi terbukti mampu meningkatkan kualitas jaringan untuk menopang sejumlah layanan data dengan kapasitas besar, seperti antara lain live video streaming.

Dari sisi kondisi finansial, neraca perusahaan tetap sehat dengan saldo kas yang lebih agung setelah mendapat tambahan dari hasil penjualan menara. Free Cash Flow (FCF) juga ada pada level yang sehat, yaitu sebesar Rp 2, 76 triliun meski ada peningkatan capex untuk merealisasikan kewajiban pembangunan jaringan.

XL Axiata saat ini juga tidak memiliki pinjaman dalam denominasi US Dollar, 45% di antaranya berbuah floating dan masa jatuh waktu yang tidak bersamaan

Layanan Masa Depan

XL Axiata selalu tidak berhenti untuk menyiapkan layanan inovatif yang bisa menjadi tumpuan bisnis di masa depan. Lengah satunya adalah layanan XL Home, yang terus dikembangkan kualitas layanannya, termasuk juga memperluasan jaringannya. Layanan broadband untuk segmen keluarga itu telah mengembangkan cara atau ragam baru yang efektif untuk meningkatkan homepass. Hasilnya terbukti efektif & turut meningkatkan jumlah sambungan dengan saat ini sudah mencapai 65 ribu pelanggan.

Mematok saat ini XL Home telah melayani pelanggan di sejumlah praja besar, seperti Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi, Makassar, Balikpapan, Banjarmasin, Denpasar, Yogyakarta, dan Bandung. XL Home telah membangun jaringan serat optik yang bisa menjangkau sekitar 350 ribu homepass.

Layanan masa depan selanjutnya dengan telah disiapkan adalah Live. On. Layanan ini memungkinkan setiap pemakai mendapatkan kendali penuh atas servis data paket data yang gembung dengan satu kuota untuk menetapkan semua aplikasi yang dibutuhkan, jaringan, dan masa waktu penggunan. Pemakai juga akan mendapatkan kecepatan kanal yang maksimal, akumulasi sisa bahan hingga 1. 000 GB. Layanan ini sepenuhnya digital. XL Axiata berharap layanan ini akan menjawab ekspektasi pelanggan di masa ajaran yang memiliki karakter sangat hidup.

Siap masuki tatanan baru

Manajemen XL Axiata sudah menyiapkan berbagai langkah antisipasi untuk bertemu pandemi tersebut untuk memastikan keberlangsungan layanan telekomunikasi bagi masyarakat dalam masa darurat saat ini. Sejak kebijakan bekerja dari rumah diterapkan pada 17 Maret 2020, Perusahaan juga sudah menjalankan Business Continuity Plan untuk memastikan transisi penyajian pelanggan bisa dilaksanakan dengan mampu. Untuk keperluan pembangunan jaringan, seluruh tetap berjalan sesuai dengan program, tidak ada penundaan yang bermakna, dengan pengiriman peralatan dan material jaringan dikirimkan tepat waktu.

Sejak awal berjangkitnya Covid-19 di Indonesia, XL Axiata juga telah melaksanakan program yang bersemangat sosial. Antara lain berupa peluncurkan program gratis akses data 2GB/hari untuk membantu masyarakat lebih ringan mengakses aplikasi-aplikasi penunjang kerja serta belajar dari rumah. Program pemberian kemanusiaan baik tunai maupun non-tunai untuk terkait dengan keperluan bertemu pandemi juga telah dilaksanakan secara massif di berbagai daerah, tercatat melalui instansi pemerintah terkait. Mutlak nilai bantuan yang telah diberikan baik tunai maupun non-tunai adalah lebih dari Rp 100 miliar untuk semua program pencegahan Covid-19, termasuk memberikan gratis akses masukan.