Dapatkan promo member baru Pengeluaran SGP 2020 – 2021.

Jakarta, Selular. ID – Tencent sedang merundingkan perjanjian dengan keamanan nasional Amerika Serikat, guna memepertahankan kepemilikannya di pengembang gambar game Riot Games dan Epic Games.

Kini Tancent dilaporkan serupa tengah melakukan pembicaraan dengan Komite Investasi Asing dalam Amerika Serikat (CFIUS), dengan memiliki wewenang untuk memerintahkan raksasa teknologi China itu untuk mendivestasi kepemilikan GANDAR.

CFIUS diketahui juga sedang mencari cakap apakah penanganan Epic Games dan Riot Games tempat data pribadi penggunanya merupakan risiko keamanan nasional karena kepemilikan mereka di China.

Baca pula:   Rekomendasi Smartphone Gaming Oppo yang Terjangkau!

Tencent dilaporkan memiliki 40% saham di Epic Games, pembuat video game populer Fortnite. Lalu mereka juga membeli saham kebanyakan Riot Games pada 2011, dan mengakuisisi seluruh perusahaan pada 2015. Riot Games adalah pengembang League of Legends, salah satu game berbasis desktop paling masyhur di dunia.

Langkah yang diambil Tencent dalam hal ini menjelma sangat penting guna menjaga investasinya. Namun berdasarkan suatu sumber memperingatkan bahwa tak ada kepastianTencent bakal menyentuh kesepakatan untuk mempertahankan investasinya, dan meminta untuk tak diidentifikasi karena masalah tersebut bersifat rahasia.

Sementara itu seorang spesialis bicara Riot Games mengutarakan perusahaan yang berbasis di Los Angeles itu menjamin beroperasi secara independen, & telah menerapkan praktik pabrik yang sehat yaitu  menyembunyikan data pemain. Salah utama sumber juga mengungkapkan kalau, Epic Games belum membagikan data pengguna apa kendati dengan Tencent.

Baca juga:   Mantan Ilmuan Google Gabung ke Apple, Perkuat Unit Pengkajian AI  

Sekedar informasi, CFIUS telah menindak kepemilikan China untuk aset teknologi AS dalam beberapa tahun terakhir, dalam tengah meningkatnya ketegangan antara Washington dan Beijing terkait perdagangan, hak asasi bani adam, dan perlindungan kekayaan ilmuwan.

Lalu tadbir Presiden Joe Biden pula telah mempertahankan sikapnya terhadap China, meskipun dengan bertambah fokus pada masalah geopolitik seperti masa depan Taiwan dan Hong Kong, dan penganiayaan China terhadap Uyghur di Xinjiang.

Namun banyak peran penting CFIUS yang belum dikelola oleh pemerintahan Biden, yang menyebabkan penangguhan hukuman bagi ByteDance China yang saat itu ditekan oleh tadbir Trump tahun lalu, buat menjual aplikasi video sirih populer TikTok yang diketahui telah menolak transaksi itu, dengan melibatkan Oracle Corp dan Walmart Inc.